SIDRAP, NALARMEDIA — Kehadiran Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), pada pembukaan dan devile Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (2 Juli 2026), menjadi perhatian ribuan peserta.
Tak hanya mengikuti rangkaian kegiatan seremonial, BupAAS juga menjadi magnet bagi para guru dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Banyak peserta yang memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan kebersamaan dengan orang nomor satu di Kabupaten Bone itu.
Sejak memasuki area stadion hingga usai kegiatan pembukaan, guru-guru silih berganti menghampiri BupAAS untuk meminta swafoto. Suasana pun berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Dengan senyum khas dan sikap yang ramah, BupAAS melayani permintaan foto para guru satu per satu.
Tanpa menunjukkan rasa lelah, ia menyempatkan diri berhenti di setiap kesempatan agar para pendidik dapat mengabadikan momen bersama.
Keramahan BupAAS mendapat apresiasi dari banyak peserta. Bagi para guru, kesempatan berfoto bersama bukan sekadar mengabadikan momen, tetapi juga menjadi bentuk kedekatan antara kepala daerah dengan insan pendidikan yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.
Momen tersebut semakin memperlihatkan sosok Andi Asman Sulaiman sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Kesederhanaan dan keterbukaannya dalam berinteraksi membuat suasana pembukaan Porsenijar terasa lebih akrab dan penuh kekeluargaan.
Pembukaan Porsenijar PGRI Provinsi Sulawesi Selatan 2026 sendiri berlangsung meriah dengan diikuti 6.442 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, seni, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan inovasi pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar PGRI.
Di sela-sela kemeriahan acara, kehadiran BupAAS yang begitu akrab dengan para guru menjadi salah satu pemandangan yang paling menyita perhatian.
Antrean guru yang ingin berswafoto terus berdatangan, menggambarkan kedekatan emosional yang terjalin antara pemimpin daerah dan para pendidik yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa. (red)















