PT Vale Peduli Kesehatan Warga Baula, Edukasi PHBS Diperkuat di Tengah Ancaman DBD

kegiatan Promosi Kesehatan PHBS yang digelar PT Vale Indonesia IGP Pomalaa di Kantor Kelurahan Puundoho, Kecamatan Baula.
banner 325x300

KOLAKA, NALARMEDIA — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa.

Di tengah masih tingginya ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Baula, perusahaan tambang tersebut aktif mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Promosi Kesehatan PHBS yang digelar PT Vale Indonesia IGP Pomalaa di Kantor Kelurahan Puundoho, Kecamatan Baula.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi masyarakat, menyusul masih ditemukannya kasus DBD di sejumlah wilayah Kecamatan Baula.

Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, mengungkapkan sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sedikitnya sembilan kasus DBD.

Kasus tersebut tersebar di beberapa desa dan kelurahan.
Rinciannya, tiga kasus ditemukan di Desa Puubunga, sementara masing-masing satu kasus tercatat di Desa Kolese, Pewutaa, Longori, dan Kelurahan Puundoho.

Dari sembilan kasus tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

“Sampai Juni ada sembilan kasus dengan satu kematian. Bulan Juli ada satu kasus lagi, tetapi belum masuk laporan karena rekapitulasi dilakukan pada akhir bulan,” papar
Sukmawati.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman DBD masih perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti itu dapat berlangsung cepat apabila lingkungan menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Sukmawati menjelaskan, sejumlah pasien dengan kondisi berat harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dirujuk ke Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka.

Sementara pasien lainnya berhasil sembuh setelah memperoleh penanganan medis.

Ketika kasus ditemukan, petugas kesehatan juga langsung melakukan fogging di sekitar rumah penderita. Langkah tersebut dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa sekaligus mencegah penyebaran semakin meluas.

Namun, Sukmawati menegaskan fogging bukanlah solusi utama dalam pemberantasan DBD.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentiknya tidak mati. Karena itu masyarakat tetap harus menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.

Kasus terbaru di Kelurahan Puundoho pun langsung ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyemprotan di rumah penderita dan lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan.

Peran masyarakat serta dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama.

Dalam konteks inilah, kehadiran PT Vale Indonesia dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Baula. Melalui edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi mengenai penyakit, tetapi juga didorong untuk aktif menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Sukmawati mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menghadirkan kegiatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut turut memberikan dampak terhadap meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu.

“Dengan adanya kolaborasi bersama PT Vale, antusiasme masyarakat mengikuti Posyandu meningkat hingga sekitar 75 persen. Mereka datang bukan hanya memeriksakan kesehatan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit,” katanya.

Bagi Sukmawati, peningkatan partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara bersama-sama mampu mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara PT Vale, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, kesadaran warga dalam menerapkan PHBS diharapkan semakin meningkat sehingga kasus DBD di Kecamatan Baula dapat ditekan.

“Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati,” pungkasnya.

Kepedulian PT Vale melalui edukasi kesehatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas operasional, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah sekitar.
(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *