MAKASSAR, NALARMEDIA — Pagi itu, kawasan pesisir Kota Makassar tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga menjadi tempat sivitas akademika Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB), ASN, jasa lainnya, dan mahasiswa Poltekpar Makassar turun langsung membersihkan sejumlah kawasan pantai, Senin (14 September 2026).
Aksi bertajuk “Gerakan Wisata Bersih Menuju Ekosistem Pariwisata Ramah Lingkungan” tersebut menyasar empat kawasan pesisir, yakni Pantai Layar Putih, Pantai Tanjung Bayang, Pantai Angin Mamiri, dan Pantai Biru.
Dengan semangat gotong royong, para peserta menyusuri kawasan pantai dan mengumpulkan sampah yang berserakan.
Aktivitas sederhana itu menjadi bagian dari pesan yang lebih besar: destinasi wisata yang nyaman tidak hanya dibangun melalui fasilitas, tetapi juga melalui kepedulian untuk menjaga lingkungannya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-35 Poltekpar Makassar, sekaligus memperingati World Tourism Day 2026.
Kegiatan diawali dengan apel dan pengarahan di Lapangan Gedung Amanna Gappa. Setelah itu, peserta dibagi dalam sejumlah kelompok sebelum bergerak menuju titik-titik pembersihan yang telah ditentukan.
Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE, mengatakan Gerakan Wisata Bersih menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan wisata.
“GWB ini kita laksanakan dalam rangka World Tourism Day sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-35 Poltekpar Makassar. Kami ingin seluruh sivitas akademika ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan, khususnya kawasan wisata yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Menurut Herry, aksi bersih-bersih tersebut tidak berdiri sendiri. Kawasan pesisir yang dibersihkan nantinya kembali menjadi bagian dari agenda Dies Natalis ke-35 melalui kegiatan Edu Run Tourism.
“Di akhir rangkaian Dies Natalis ke-35 nanti, kita akan melaksanakan Edu Run Tourism di sepanjang kawasan pantai yang hari ini kita bersihkan. Jadi, kegiatan hari ini menjadi bagian dari persiapan kawasan sekaligus rangkaian kegiatan yang saling terhubung,” lanjutnya.
Bagi sivitas akademika, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran di luar kelas. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pariwisata secara teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana menjaga ruang publik dan kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata.
Gerakan Wisata Bersih sendiri merupakan salah satu program flagship Kementerian Pariwisata untuk mendorong terciptanya destinasi wisata yang lebih bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
Kehadiran Poltekpar Makassar dalam gerakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun budaya pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
Pesan itu sejalan dengan tema Dies Natalis ke-35 Poltekpar Makassar, “Kebanggaan & Sinergi: 35 Tahun Mengukir Prestasi, Bersama Membangun Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan.”
Dari pesisir Makassar, gerakan kecil berupa memungut sampah pun menjadi pengingat bahwa masa depan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak orang datang berkunjung, tetapi juga oleh seberapa baik lingkungan dijaga untuk mereka yang datang hari ini maupun generasi yang akan datang. (rls/red)















