Pekan Pesantren UMI Angkatan Lima Dimulai, Mahasiswa Digembleng Tiga Hari di Padanglampe

Sebanyak 531 mahasiswa baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengikuti Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI Angkatan Lima di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin, Padanglampe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Selasa (15 September 2026).
banner 325x300

PANGKEP, NALARMEDIA — Sebanyak 531 mahasiswa baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengikuti Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI Angkatan Lima di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin, Padanglampe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Selasa (15 September 2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 September 2026, menjadi bagian dari proses penyambutan mahasiswa baru sekaligus ruang pembekalan bagi generasi baru UMI sebelum menjalani kehidupan akademik di kampus.

Ketua Panitia Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI Angkatan Lima yang juga Wakil Rektor III UMI, Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, S.H., M.H., mengatakan, peserta pada gelombang kelima tersebut berasal dari tiga fakultas.

“Total ada 531 mahasiswa, terdiri dari 278 Fakultas Teknik, 186 mahasiswa Fakultas Sastra, dan 67 Fakultas Pertanian,” tuturnya.

Selama berada di lingkungan pesantren, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai kehidupan kampus, tetapi juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan karakter sebagai bagian dari keluarga besar UMI.

Sementara itu, Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. M. Ishaq Shamad, MA, mengatakan Pekan Pesantren menjadi momentum penting untuk memperkenalkan mahasiswa baru secara lebih utuh terhadap lingkungan dan sistem pendidikan di UMI.

Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan Yayasan Wakaf UMI, Rektorat, hingga fakultas masing-masing.

“Ada juga materi spiritual, relaksasi, dan juga outbond,” ujar Ishaq Shamad.

Ia menjelaskan, konsep Pekan Pesantren tersebut sekaligus menjadi alternatif dari pola orientasi mahasiswa baru yang selama ini dikenal dengan istilah ospek.

Kegiatan dikemas dengan pendekatan yang lebih edukatif dan bernuansa keislaman, sehingga mahasiswa baru tidak hanya mengenal kampus secara kelembagaan, tetapi juga memperoleh pengalaman pembentukan karakter sejak awal menjadi bagian dari UMI.

“Kegiatan ini sebagai pengganti ospek dalam penyambutan mahasiswa baru agar lebih mengenal UMI dan programnya,” katanya.

Dengan berlangsungnya Pekan Pesantren selama tiga hari, mahasiswa baru diharapkan dapat memulai perjalanan akademiknya dengan bekal pengetahuan, spiritualitas, serta kemampuan membangun relasi dan kebersamaan.

Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin pun menjadi ruang awal bagi ratusan mahasiswa tersebut untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas UMI: pendidikan, keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi UMI, penyambutan mahasiswa baru bukan sekadar seremoni memasuki dunia perguruan tinggi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi tahap awal menanamkan nilai dan karakter agar mahasiswa mampu tumbuh sebagai insan akademik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *