Dari Halaman Kantor ke Jalanan, Aksi Sunyi DLH Bone Dipimpin Dray Sentuh Hati: Bekerja Tanpa Seremoni, Demi Lingkungan Bersih

Kepala DLH Bone, Dray Vibrianto turun langsung bersama jajaran mengawal kebersihan Kabupaten Bone.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Pemandangan berbeda terlihat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Rabu pagi (15 April 2026).

Tidak ada barisan panjang penuh seremoni, tidak pula pidato berlarut-larut. Yang ada hanyalah gerak cepat, langkah pasti, dan semangat bekerja dalam diam demi satu tujuan: lingkungan yang lebih bersih.

Dipimpin langsung Kepala DLH Bone, Dray Vibrianto, apel pagi berlangsung singkat. Tanpa banyak formalitas, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), satgas kelurahan, hingga masyarakat yang turut hadir, segera bergerak menuju titik-titik rawan sampah.

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. DLH Bone memilih menanggalkan seremoni panjang dan menggantinya dengan aksi nyata di lapangan.

Sebab bagi mereka, kebersihan tidak cukup hanya dibicarakan—ia harus dikerjakan bersama.
Sepanjang patroli, para personel menyisir ruas jalan, saluran air, hingga sudut-sudut yang kerap luput dari perhatian.

Tangan-tangan mereka tak segan memungut sampah, mengangkutnya, sekaligus menyapa warga yang ditemui di sepanjang jalan.

Lebih dari sekadar membersihkan, mereka juga mengedukasi. Dengan pendekatan humanis, warga diingatkan akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sosok Dray Vibrianto pun tak hanya berdiri memberi instruksi. Ia turun langsung ke lapangan, bahkan terlihat mengendarai motor sampah roda tiga.

Dengan topi rimba dan rompi hijau yang dikenakannya, ia membaur bersama tim—menjadi bagian dari kerja kolektif, bukan sekadar pemimpin di balik meja.

“Kalau ingin lingkungan kita bersih, kita harus mulai dari diri sendiri dan memberi contoh. Tidak bisa hanya mengandalkan petugas,” ujar Dray di sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, para personel juga memanfaatkan kendaraan pribadi, mulai dari sepeda motor hingga mobil, demi mempercepat mobilitas selama patroli.

Hal ini mencerminkan komitmen bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas dinas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran satgas kelurahan dan partisipasi warga menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara gotong royong.

Aksi bersih ini juga selaras dengan semangat program nasional seperti Gerakan Indonesia Asri, yang mendorong perilaku hidup bersih serta pengelolaan sampah berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, DLH Bone berharap langkah ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif. Bahwa menjaga kebersihan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan budaya yang harus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Di tengah kesederhanaan aksi ini, tersimpan pesan yang mendalam: perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil—dan hari itu, langkah kecil itu dimulai dari mereka yang memilih bekerja tanpa banyak kata. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *