Piala Adipura 2023 untuk Bone: Ironi Berbuah Prestasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto. (ist)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Kabupaten Bone kembali meraih Piala Adipura. Penghargaan bagi daerah yang sukses dalam mengelola kebersihan dan lingkungan.

Penyerahan Piala Adipura 2023 akan dilaksanakan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa (5 Maret 2024).

Prestasi ini lahir tidak lepas dari ironi yang melanda perjalanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone.

Mulai dari sarana dan prasarana yang sangat terbatas harus mengakomodir wilayah yang luas.

Demikian jumlah personel yang terbilang masih minim, harus ekstra kerja memberikan pelayanan.

Lalu, alokasi anggaran yang belum memadai, mendera perjalanan aktivitas kerja DLH Kabupaten Bone.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto yang dikonfirmasi mengaku bersyukur. Raihan Piala Adipura 2023 bisa kembali diraih Kabupaten Bone.

“Hampir 20 tahun kita kembali raih Adipura. Penghargaan ini didedikasikan kepada seluruh masyarakat Bone,” kata Kadis Dray, kepada Nalarmedia.id, Ahad (3 Maret 2024).

“Piala ini bukan akhir, tetapi bagian dari proses. Setiap hari merupakan penilaian Adipura oleh masyarakat,” sambungnya.

Kadis Dray tak menampik, keterbatasan dirasakan personel DLH Bone. Hal ini pun menjadi kendala nyata dalam menjaga kebersihan kota.

Meski demikian, berkat dukungan mantan bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersama mantan wakil bupati Bone, Ambo Dalle serta arahan dari Pj Bupati Bone, Andi Islamuddin sehingga Bone bisa meraih Piala Adipura 2023.

Lebih jauh, diakui Kadis Dray, apresiasi tinggi juga diberikan kepada personel di DLH yang bekerja tanpa mengeluh dalam menjaga kebersihan.

Dengan raihan prestasi ini menjadi PR selanjutnya untuk mempertahankan.

Kata Dray, tidak menjadi jaminan ke depannya Bone bisa mempertahankan.

Olehnya itu, Kadis Dray berharap seluruh stakeholder menjadikan isu pengolahan sampah menjadi isu strategis dalam pembangunan kabupaten Bone.

“Ini menjadi bom waktu bagi masa depan. Masalah sampah harus diselesaikan secara terintegrasi. Personel perlu mendapatkan apresiasi,” tandasnya. (ono/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *