MAKASSAR, NALARMEDIA – Politeknik Bosowa (Poltekbos) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul dan siap kerja di bidang perhotelan.
Melalui Program Studi Perhotelan, kampus vokasi tersebut memperkuat sinergi dengan dunia industri lewat audiensi strategis bersama Novotel Makassar Grand Shayla, Rabu (7 Mei 2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa, Riska Veronika, S.ST., M.Par didampingi jajaran dosen Prodi Perhotelan, yakni Dewi Andriani, S.ST. Par., M. Par, Anggun Sari Sasmita, S.ST.Par., M.Par serta St. Hadijah, S.ST.Par., M.Par.
Kehadiran tim akademisi Poltekbos disambut hangat oleh jajaran Human Resources (HR) dan para Head of Department Novotel Makassar Grand Shayla.
Audiensi tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara dunia pendidikan dan industri dalam menyelaraskan kurikulum pembelajaran dengan kebutuhan nyata industri perhotelan modern.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan kompetensi mahasiswa melalui sinkronisasi kurikulum berbasis perkembangan industri terkini.
Pihak hotel memberikan berbagai masukan penting terkait kebutuhan tenaga kerja perhotelan masa kini, mulai dari penguasaan keterampilan teknis terbaru, standar pelayanan modern, hingga pembentukan karakter profesional yang mampu bersaing di level global.
Riska Veronika mengungkapkan bahwa masukan langsung dari pelaku industri menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan pihak Novotel dalam memberikan masukan. Hal ini sangat krusial bagi kami untuk memastikan bahwa kurikulum yang kami terapkan tetap relevan dan mampu menjawab tantangan industri yang dinamis,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri menjadi langkah strategis agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan kerja yang matang ketika memasuki dunia profesional.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Prodi Perhotelan Poltekbos juga memaparkan sistem pembelajaran yang diterapkan kepada mahasiswa, yakni model pendidikan berbasis praktik langsung di hotel pada setiap semester.
Konsep pembelajaran tersebut dinilai efektif dalam membangun kesiapan mental, keterampilan, dan profesionalisme mahasiswa sejak dini karena mereka terlibat langsung dalam aktivitas operasional industri perhotelan.
Tak hanya itu, berbagai masukan dari para Head of Department Novotel Makassar Grand Shayla akan menjadi bahan evaluasi dalam mempertajam indikator Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).
Dengan begitu, kemampuan mahasiswa dapat diukur lebih spesifik dan sesuai standar industri saat menjalani praktik kerja lapangan.
Kolaborasi antara Politeknik Bosowa dan Novotel Makassar Grand Shayla juga menjadi bagian dari komitmen penjaminan mutu lulusan agar mampu bersaing di era industri hospitality yang semakin kompetitif.
Dewi Andriani menegaskan bahwa sinergi yang terbangun tidak hanya sekadar membuka ruang praktik bagi mahasiswa, tetapi juga memastikan transfer ilmu dan standar kerja profesional benar-benar terserap secara optimal.
“Sinergi ini memastikan mahasiswa kami tidak hanya sekadar praktik, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan standar operasional dari para pakar di industrinya,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, diharapkan kemitraan antara dunia pendidikan dan industri semakin kuat dalam melahirkan sumber daya manusia perhotelan yang unggul, profesional, adaptif, dan memiliki kesiapan kerja tinggi menghadapi persaingan global di sektor hospitality. (ADV)















