BupAAS Gaungkan “Bone Beradipura Setiap Hari”: Bukan Karena Penilaian!

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) memanfaatkan langkah kaki di pagi buta untuk menyisir kondisi lingkungan dan mendorong gerakan kebersihan di Kabupaten Bone.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Bukan sekadar olahraga pagi, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) memanfaatkan langkah kaki di pagi buta untuk menyisir kondisi lingkungan dan mendorong gerakan kebersihan di Kabupaten Bone.

Bersama jajaran pemerintah daerah, BupAAS turun langsung ke Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (21 Oktober 2026), guna melihat kondisi lingkungan sekaligus mengidentifikasi sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi.

Kegiatan tersebut turut diikuti Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Tanete Riattang, serta jajaran terkait.

Dalam peninjauan itu, perhatian diarahkan pada pengelolaan sampah, kebersihan fasilitas umum, hingga penataan kawasan permukiman. Berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti oleh perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Bagi BupAAS, menjaga kebersihan bukan pekerjaan sesaat, apalagi hanya dilakukan ketika menghadapi penilaian. Kebersihan lingkungan, menurutnya, harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran bersama.

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat dapat bersinergi menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan wilayah masing-masing,” kata Bupati Bone.

Bukan Sekadar Penilaian, Kebersihan Harus Jadi Budaya

BupAAS menegaskan, intervensi kebersihan harus berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Dengan melihat langsung persoalan yang ada, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang lebih tepat dan memastikan tindak lanjut berjalan.

Ia juga mendorong seluruh OPD agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga konsistensi penataan lingkungan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersihan kawasan permukiman tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi warga dalam memilah dan mengelola sampah, menjaga fasilitas umum, serta merawat lingkungan sekitar menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.

“Bone Beradipura Setiap Hari”

Melalui kegiatan ini, BupAAS ingin menunjukkan bahwa ajakan menjaga kebersihan harus dibarengi tindakan nyata. Turun langsung ke lapangan menjadi salah satu cara untuk melihat persoalan sekaligus mendorong jajaran pemerintah daerah bergerak bersama masyarakat.

Semangat “Bone Beradipura Setiap Hari” pun digaungkan sebagai dorongan agar kebersihan dan keindahan lingkungan tidak hanya menjadi agenda menjelang penilaian Adipura, tetapi diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Bone Maberre dan visi pemerintahan BerAmal untuk mewujudkan Kabupaten Bone yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Pesannya jelas: lingkungan bersih tidak cukup diwujudkan melalui imbauan. Dibutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan aksi nyata agar kebersihan benar-benar menjadi budaya masyarakat Bone. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *