BONE, NALARMEDIA — Tim KIRA SMA Islam Athirah Bone di bawah bimbingan laboran SMA Islam Athirah Bone, Wahida Febriya Ramadhani, S.Si., M.Si., berhasil mengukir prestasi di tingkal internasional.
Prestasi membanggakan itu diraih oleh tiga siswa, yaitu M. Fadlullah R, Muh. Furqon, dan Andi Aqilah Al Amirah Akbar.
Mereka berhasil meraih medali emas pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Kompetisi internasional bergengsi ini diikuti oleh 956 tim dari 27 negara, termasuk Belarus, Tiongkok, dan berbagai negara lain, dan dilaksanakan secara daring dengan proses penjurian yang ketat.
Dalam kompetisi tersebut, tim SMA Islam Athirah Bone mempresentasikan penelitian berjudul “A Smart Colorimetric Sensor for Heavy Metal Detection in Water”.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan sensor berbasis nanopartikel emas yang mampu mendeteksi keberadaan logam berat dalam air secara cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Inovasi ini dinilai memiliki relevansi tinggi terhadap isu global mengenai kualitas air dan kesehatan lingkungan sehingga menempatkan mereka sebagai peraih medali emas di bidang Environmental Science pada pengumuman resmi pada 7 November 2025.
Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan sejak pertengahan Oktober 2025.
Selama kurang lebih tiga minggu, ketiga siswa mengikuti bimbingan rutin untuk menyempurnakan metode penelitian dan meningkatkan kemampuan presentasi ilmiah.
Mereka juga menjalani berbagai simulasi tanya jawab agar mampu menjelaskan riset secara ilmiah, Namun tetap mudah dipahami.
Saat lomba berlangsung, peserta menghadapi sesi presentasi dan wawancara penelitian di hadapan juri internasional yang menuntut kerja sama tim, penguasaan materi, serta kemampuan komunikasi yang efektif.
Tak hanya efektif, tapi mereka harus cakap berbahsa Inggris.
Fadlullah, Furqon, dan Aqila, sapaan akrab ketiganya, mengikuti kegiatan tersebut karena didorong oleh keinginan untuk mengembangkan inovasi ilmiah, memperoleh pengalaman riset tingkat internasional, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan daerah.
Selain itu, mereka melihat kompetisi ini sebagai kesempatan untuk membangun jaringan dengan peserta lain dari berbagai negara dan latar belakang.
Guru pembimbing, Wahida Febriya Ramadhani, S.Si., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya.
“Saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Furqan, Fadlul, dan Aqila. Mereka telah berjuang dengan tekun dan menunjukkan semangat luar biasa. Harapan saya, semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain serta mendorong kegiatan ekstrakurikuler penelitian di sekolah agar semakin aktif dan produktif,” ujarnya.
Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa siswa SMA Islam Athirah Bone mampu bersaing di tingkat global.
Melalui semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka berhasil mengharumkan nama sekolah, daerah, dan Indonesia di ajang ilmiah internasional. (rls/red)















